Skip to main content

28 Oktober = HARI SUMPAH PEMUDA




Gak afdol deh kayaknya kalo hari ini saya tidak ngeposting 28 Oktober yang menjadi harinya SUMPAH PEMUDA INDONESIA :) SELAMAT YA BAGI SEMUA PEMUDA INDONESIA , ayo kita terus semangat untuk meraih mimpi kita ! Mungkin memang tidak segampang yang kita inginkan , tapi yang penting kita terus semangan dan semua itu butuh proses . Nikmati saja masa - masa jatuh bangun dalam mengejar mimpi ini , baik dan buruknya nya pasti selalu ada hikmah dari segalanya kok :) Ada pepatah "berakit - rakit kehulu berenang ketepian ! Bersakit - sakit dahulu Senang kemudian" Nah ini bener banget kan yah ! apalagi Indah itu selalu datang tepat pada waktunya . jadi intinya dalam proses meraih segala sesuatu itu harus ada NIAT , USAHA , KERJA KERAS , SABAR dan DOA !
Coba deh baca ini , mudah - mudahan bisa menambah ilmu pengetahuan kita tentang HARI SUMPAH PEMUDA ! Saya dapat ini dari sumber : http://sumpahpemuda.org/

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Comments

Popular posts from this blog

Tips Memilih Webhosting

Memilih Web Hosting itu... Sudah kita ketahui, saat ini sudah menjadi hal sangat menjamur untuk layanan Web Hosting khususnya di Indonesia membuat calon customer harus berhati – hati dalam menjatuhkan pilihan. Profesionalitas perusahaan web hosting sangat menentukan nasib website Anda. Tentunya kalian gak dong mau sembarang memilih? Nah, berikut beberapa tips memilih web hosting  untuk Anda : 1. Cek Usia Perusahaan Web Hosting Kita tentunya tidak mau jika hari ini kita daftar bulan depan perusahaannya sudah gulung tikar, cara efektif adalah menggunakan fasilitas WHOIS Search, Domain Name, Website, and IP Tools - Who.is 2. Lokasi Perusahaan Mengingat saking banyaknya web hosting provider di Indonesia, yang rata-rata: Tidak berbadan usaha; Tidak memiliki lokasi fisik yang jelas; Kelangsungan hidupnya antara beberapa bulan hingga 1 tahun saja, kesetelah itu menghilang tanpa jejak. Bagi sebuah perusahaan besar ini bisa menjadi masalah. Misalnya: data website/dat...

"Berikan Aku Nafas" Kata Buku...

Akhirnya, setelah sekian lama aku membiarkan buku-buku ku menumpuk didalam lemari, berdesak-desakan dan beberapa berserakan di meja dan menumpuk di lantai. Aku berinisiatif untuk membelikan rumah bagi buku-buku ku itu alias Rak buku.. Iseng-iseng ngeliat model Rak buku bikinan para desainer interior, ternyata cukup unik, ini beberapa diantaranya : Rak Buku Miring http://www.rudydewanto.com/2010/07/rak-buku-unik.html   Rak buku yang biasanya pakem bentuk  potongan horisontal dan vertikal, dibuat miring demikian sehingga kita merasa pengen memiringkan kepala untuk melihatnya (asal jangan otak aja ikut miring). cukup mempermudah ketika akan mencari buku yang kita inginkan, karna biasanya pada posisi normal (buku tegak di rak buku konvensional) kita harus memiringkan kepala untuk membaca judul yang biasanya dtaruh dipinggir buku, aku rasa dengan model yang seperti kita nggak perlu terlalu memiringkan kepala untuk bisa membaca judul bukunya. Dan kelebih...

Hallo! Long time no see :)

Why hello there, blog world. I have been out of it for a while...completely unintentionally. There have been some big changes in my life lately and they have been pretty all consuming for the past...month and so many days since I've been gone. Now I'm ready to step back into some blogging though! ^^